Mengabarkan Berita terbaru

Kebudayaan Sulawesi Utara

0
Posted in Uncategorized By Worance

Kebudayaan Sulawesi Utara

Sulawesi Utara adalah suatu propinsi yang beribu kotakan Manado. Menurut data hasil sensus masyarakat pada tahun 2010, jumlahnya masyarakat yang ada di Propinsi Sulawesi Utara sejumlah sekitar 2.270.059 jiwa dengan rincian 1.159.903 laki laki serta 1.110.693 wanita.
Anjungan Sulawesi Utara di TMII memperlihatkan dua rumah klasik adat menjadi bangunan induknya, yakni “wale-wanaro” serta “Bolaang mongondow”. Kedua-duanya adalah bangunan di atas tiang dengan pintu utama dibagian depan. Ke dua bangunan itu dipakai menjadi tempat mengenalkan daerah tersebut, terutamanya pada segi budaya serta bagian kepariwisataannya.Sebab di atas rumah pewaris (wale wangko) kita bisa melihat pergaan baju dari 4 daerah di Sulawesi Utara, yakni Gorontalo, Boraang Mongondow, Minahasa, serta Sangihe Talaud. Dan kolong rumah dipakai untuk menunjukkan kekuatan kekayaan alam, hasil industri serta hasil kerajinan daerah. Dalam tempat ini pula dimainkan beberapa alat musik tradisional seperti Kolintang serta musik Bambu.

Rumah Klasik


Anjungan ini mempunyai tata pertamanan yang terurus. Dibagian depan anjungan dibangun meninggi menjadi gambaran gunung klabat dengan dua buah patung penari cakalele di dekatnya yang memperkuat nilai rumah klasik pada bangunan tersebut. Dalam jumlah besar, tari perang itu adalah kelompok kawasaran, yang sangat terkesan jika dijadikan tari penyambut tamu. Patung tinggi yang unik, sebab memvisualisasikan setumpuk orang dalam posisi saling mendukung ialah “Siow Walian”.

Patung yang di puncaknya menempati burung manguni itu, konon adalah deskripsi religi puerwa dan adalah gambaran sikap hidup penduduk Minahasa yang menyukai tolong menolong. Dalam tempat itu dapat juga kita lihat “Waruga”, kuburan nenek moyang. Waruga ialah kuburan beberapa kepala suku (tonaas-tonaas) yang disemayamkan dengan sikap duduk serta tangan melipat. Tempat demikian ditujukan untuk menyamai sikap manusia saat di kandungan. Sisi belakang anjungan terlihat patung pembuat kopra serta tempat penyulingan saguel yang lalu menjadi minuman ciri khas Sulawesi Utara.


Sulawesi Utara terbagi dalam 4 suku bangsa, jadi bahasa daerahnya dengan otomatis terdiri 4 juga. Sangihe Talaud, Minahasa, Bolaang, Mongondow serta Gorontalo. Ke empat suku bangsa itu masing-masing mempunyai keunikan sendiri-sendiri anatara lainnya karakter keramah tamahan dalam pergaulan serta mempunyai satu karakter yang lebih khas lagi adalah karakter gotong-royong atau Mapalus yang dalam penyebutan berlainan akan tetapi mempunyai tujuan yang sama.

Leave a Reply