Mengabarkan Berita terbaru

Parenting Archive

originals.id – Pada usia 6 bulan pertama, gizi sangat berperan penting ketimbang genetik. Apabila ketika masih bayi mendapatkan gizi yang optimal, pertumbuhan anak sampai usia 2 tahun akan mencapai titik potensi genetiknya. – Pada 2 tahun pertama dapat terjadi kanalisasi, artinya anak akan mencari potensi genetiknya. Contohnya, apabila bayi yang lahir dengan potensi genetik dari orangtuanya yang memang tinggi, maka tinggi badannya perlahan akan bertambah menuju titik potensinya. Sedangkan untuk orangtuanya yang memiliki tinggi badan pendek dan bayi yang lahir dengan standar normal, maka tumbuh tinggi badan si kecil akan menurun perlahan menuju titik potensi genetiknya. – Sejak si kecil sia 4 tahun pertambahan tinggi sekitar 5—6 cm per tahunnya. Pertambahan ini tidak banyak sampai anak pubertas. w Setelah pubertas, pertambahan tinggi anak perempuan sekitar [&hellip

Read Post

generasimaju.com – Sekali lagi, gender adalah sejumlah persepsi (kognisi) dan proses belajar individu terhadap atribut-atribut dan perilaku yang sesuai jenis kelaminnya atau menurut label yang diberikan komunitas sosial atau kebudayaan kepadanya. Sementara orientasi seksual adalah keinginan mereka untuk berhubungan seksual dengan lawan atau sesama jenis. Yang kerap menjadi pertanyaan adalah: apakah di usia sekolah deteksi homoseksual sudah bisa dilakukan? Menurut Alzena, masih sulit mengingat orientasi seksual biasanya ditujukan di usia remaja atau dewasa. Lagi pula bukan hanya penampilan saja yang bisa menegaskan bahwa seseorang homoseksual atau tidak. Meski begitu Alzena memberikan hal-hal yang perlu waspada, yaitu jika si kecil: – Tak hanya lemah gemulai, anak lelaki mulai tertarik menggunakan gaun perempuan dan sering kedapatan menggunakan peralatan kosmetik Mama dengan tujuan untuk lebih cantik. – Hanya [&hellip

Read Post

sat-jakarta.com – Demikian pula anak laki-laki juga penting dekat dengan mamanya untuk melihat dan mempelajari sesuatu yang berbeda dari sosok sang papa. Kelak ia pun akan memilih seorang wanita untuk menjadi ibu dari anak-anaknya. – Berikan contoh perilaku. Ingat, anak belajar dari meniru. Anak perempuan akan belajar kelembutan hati dari ibu dan ketegasan sikap dari ayah. Demikian pula anak laki-laki, ia akan belajar bagaimana melindungi keluarga dari ayah dan mengekspresikan rasa sayangnya dari ibu. – Waspadai lingkungan. Lingkungan berpengaruh kuat pada anak. Untuk itu pastikan anak memilih lingkungan pergaulan yang sehat. Hindari pergaulan yang terlalu erat dengan laki-laki yang perilakunya jelas seperti banci karena dikhawatirkan anak akan terpengaruh. Juga jangan bebaskan anak menonton teve yang menampilkan program yang menampilkan bias gender (waria, contohnya). – Perkenalkan [&hellip

Read Post

Anak Lelaki Kok Feminin?

0
Posted in Parenting

pascal-edu.com – Belakangan ini, banyak tayangan televisi yang menampilkan sosok laki-laki yang tampil lemah gemulai. Beberapa Mama mengambil keputusan untuk melarang si Buyung menonton acara tersebut. Alasannya? Beragam. Seperti jawaban Mama Shelly di Bogor. “Saya melarang sebab saya mau anak lelaki saya bersikap maskulin.” Mama Wita di Jakarta Selatan menjelaskan kaum hawa butuh lebih sensitif daripada laki-laki karena sifat inilah yang membuat ia tahu ketika anaknya lapar, cemas, takut, dan lainnya. Sementara seorang laki-laki, bertugas sebagai kepala rumah tangga yang harus tegas, ulet, gagah sehingga bisa menjadi nakhoda yang baik bagi keluarganya. Perilaku-perilaku ini identik dengan sikap maskulinitas laki-laki. “Saya tidak mau, sehabis menonton, anak jadi bingung dengan kodratnya,” kata Mama Wita. PERAN GENDER DI MASYARAKAT Menurut Alzena Masykouri, M.Psi, feminin dan maskulin erat terkait [&hellip

Read Post