Mengabarkan Berita terbaru

Anak Lelaki Kok Feminin? Bagian 3

0
Posted in Parenting By Worance

generasimaju.com – Sekali lagi, gender adalah sejumlah persepsi (kognisi) dan proses belajar individu terhadap atribut-atribut dan perilaku yang sesuai jenis kelaminnya atau menurut label yang diberikan komunitas sosial atau kebudayaan kepadanya. Sementara orientasi seksual adalah keinginan mereka untuk berhubungan seksual dengan lawan atau sesama jenis.

Yang kerap menjadi pertanyaan adalah: apakah di usia sekolah deteksi homoseksual sudah bisa dilakukan? Menurut Alzena, masih sulit mengingat orientasi seksual biasanya ditujukan di usia remaja atau dewasa. Lagi pula bukan hanya penampilan saja yang bisa menegaskan bahwa seseorang homoseksual atau tidak. Meski begitu Alzena memberikan hal-hal yang perlu waspada, yaitu jika si kecil:

– Tak hanya lemah gemulai, anak lelaki mulai tertarik menggunakan gaun perempuan dan sering kedapatan menggunakan peralatan kosmetik Mama dengan tujuan untuk lebih cantik.

– Hanya mau bergaul dengan teman lawan jenisnya dan mulai mengikuti perilaku mereka seperti cara bicara, gestur tubuh, cara berdandan, dan sebagainya.

– Di usia SD akhir, lebih senang berteman dengan sesama jenisnya dan sama sekali tak menunjukkan minat untuk bergaul dengan teman lawan jenisnya. Apalagi jika pertemanan itu begitu kuat seolah tak mau dipisahkan.

– Sebagai anak lelaki sangat mengagumi artis atau tokoh pria, bukan karena kemampuan atau bakat si tokoh melainkan wajahnya yang menurutnya sangat ganteng.

LAKUKAN EVALUASI OBJEKTIF

Bila buah hati menunjukkan ciriciri di atas, ini yang perlu dilakukan:

• Segera lakukan instrospeksi, mulai dari Mama atau Papa. Contoh, apakah selama ini si Buyung diperlakukan sebagai anak perempuan karena waktu hamil dulu Mama menginginkan anak perempuan? Perlakuan ini jelas harus diubah. Mulai saat ini anak perlu diperlakukan sesuai peran gender dan jenis kelaminnya.

• Minta bantuan ahli untuk mendapatkan evaluasi objektif. Apa pun hasil evaluasinya, jangan memengaruhi cara Mama Papa berinteraksi dengan buah hati, apalagi mengubah pandangan dan kasih sayang. Tetaplah menganggap, anak sebagai titipan Tuhan yang perlu dijaga dan dikembangkan potensinya, sambil kita tetap menguatkan anak di sisi gender role dan bagaimana si anak harus bersikap sesuai dengan jenis kelaminnya.

Leave a Reply