Mengabarkan Berita terbaru

Gubernur Banten Usahakan Peningkatan Pendapatan Pajak Kendaraan Di Tangerang

0
Posted in Bisnis By Worance

Gubernur Banten Usahakan Peningkatan Pendapatan Pajak Kendaraan Di Tangerang

Konsultan Pajak Jakarta – Gubernur Banten, Wahidin Halim menargetkan pendapatan pajak kendaraan bermotor di Tangerang akan mencapai lebih dari Rp. 1.2 triliun. Target tersebut harus diperoleh dari dua kantor cabang Samsat di Tangerang.

Untuk mencapai taret tersebut, Samsat diwajibkan untuk lebih aktif dan inisiatif dengan cara mendekatkan diri pada masyarakat terutama para WP. Seperti dengan membuka gerai samsat di pusat perbelanjaan atau memfasilitas mobil pelayanan keliling yang berhenti cukup lama di pusat keramaian masyarakat seperti di alun-alun.

“Dengan adanya layanan di tempat-tempat ramai seperti ini, kita dapat menangkap peluang yang ada. Kita juga sedang berusaha memperbanyak gerai untuk dapat menjamin serta menjangkau seluruh WP” ujarnya.

Pemerintah akan bekerja sama dengan beberapa pihak termasuk pihak kepolisian terutama di wilayah hukum serta wilayah administrasi tentang pemasukan tax ke Banten dan DKI Jakarta.

Wahidin pun memerintahkan untuk dibuat pemetaaan ulang wilayanan pelayanan pajak supaya hasil pungutan yang seharusnya masuk ke kantong Banten tidak masuk ke kantong DKI Jakarta.

Ada banyak potensi yang belum digarap secara optimal terutama di kawasan industry Serang. Kendaraan di wilayan Serang justru membayarkan pajak kendaraan mereka ke DKI Jakarta.

“Seluruh mobil yang ada di wilayan Banten bayar pajak di Banten, jangan sampai ke Jakarta, mengingat pajaknya akan dipakai untuk pembangunan Banten. Jangan sampai jalan dan lingkungan rusak nuntutnya ke pemerintah kita, jangan menuntut lebih fasilitasnya” tegasnya.

Sebelumnya BI dari Kantor Perwakilan Banten mengatakan jika pertumbuhan ekonomi yang terjadi di Banten mencapai 5.89%, tentunya akan tersebut di atas realisasi nasional yang meminta 5.1%.

Pencapai ini dinilai lebih tinggi dari target nasional yang diminta oleh Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani yang diangka 5.4% serta BI yang minta di level 5.2%.

Pasokan serta kestabilan harga di Banten dinilai stabil oleh Bank Indonesia Banten. Lalu stabilitas keuangan serta pertumbuhan indicator makro dari perbankan Banten berada tepat di atas pertumbuhan nasional di mana level resikonya berada di bawah dari nilai indikatif.

Leave a Reply